Perilaku Keorganisasian Organizational Behavior merupakan suatu bisang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.
Perilaku organisasi merupakan suatu bidang studi. Perilaku organisasi mempelajari tiga determinan perilaku dalam organisasi: prorangan individu, kelompok groups dan strukturt. Perilaku organisasi merupakan studi mengenai apa yang dilakukan orang-orang dalam suatu organisasi dan bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kinerja dari organisasi itu.
Secara spesifik perilaku organisasi mempedulikan situasi yang dikaitkan dengan pekerjaan, kerja, kemangkiran, keluar masuknya karyawan, produktivitas, kinerja manusiawi dan manajemen.
Disiplin Ilmu yang Menyumbang kepada Studi Perilaku Keorganisasian
Perilaku organisasional merupakan ilmu perilaku terapan yang dibangun atas dumbangan-sumbangan dari sejumlah disiplin perilaku. Bidang yang menonjol adalah psikologi, sosiologi, psikologi sosial, antropologi dan ilmu politik. Sumbangan psikologi terutama pada aspek analisis individual atau makro. Keempat bidang lainnya menyimbang pada pemahaman makro seperti proses dan organisasi kelompok.
Psikologi
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan dan kadang-kadang mengubah perilaku manusia dan binatang. Para psikolog berusaha memahami perilaku individu. Sumbangan mereka terutama menambah pengetahuan tentang perilaku organisasi misalnya teoritikus pembelajaran, kepribadian, psikologi konseling, dan paling penting psikologi industri dan organisasi.
Para psikolog industri baru-baru ini berkembang mencakup: pembelajaran, persepsi, kepribadian, pelatihan, keefektifan kepemimpinan, kebutuhan dan kekuatan motivasi, kepuasan kerja, proses pengambilan keputusan, penilaian kinerja, pengukuran sikap, teknik seleksi karyawan, desain pekerjaan dan stres kerja.
Sosiologi
Bila psikologi memfokuskan perhatian pada individu, sosiologi mempelajari sistem sosial dimana individu-individu mengisi peran-peran mereka. Jadi sosiologi mempelajari orang-orang dalam hubungannya dengan sesama manusia.
Sumbangan sosiologi kepada studi perilaku organisasi yaitu studi mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi yang formal dan rumit. Beberapa kajian dalam perilaku organisasi yang mendapatkan sumbangan dari sosiologi terutama, dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teori dan struktur organisasi formal, teknologi organisasi, birokrasi, komunikasi, kekuasaan, komflik dan perilaku antar kelompok.
Psikologi Sosial
Psikologi soaial merupakan salah satu bidang dari psikologi, tetapi memadukan konsep-konsep baik dari psikologi maupun sosiologi. Fokus perhatiannya ialah pada pengaruh seseorang terhadap orang lain
Sumbangan yang berarti terhadap perilaku organisasi ialah dalam bidang-bidang pengukuran, pemahaman, dan perubahan sikap; pola komunikasi; cara-cara dimana kegiatan kelompok dapat memuaskan kebutuhan individu; dan proses pengambilan keputusan kelompok
Antropologi
Antropologi merupakan studi tentang masyarakat untuk mempelajari manusia dan kegiatan mereka. Ahli antropologi mempelajari budaya dan lingkungan, misalnyamereka telah membantu kita memahami perbedaan-perbedaan nilai fundamental, sikap dan perilaku diantara orang=orang pada negeri berlainan serta dalam organisasi yang berlainan.
Ilmu Politik
Walaupun seringkali diremehkan sumbangan ilmu politik terhadap studi perilaku organisasi, ilmu politik mempelajari individu dan kelompok dalam suatu lingkungan politik. Misalnya penstrukturan konflik, alokasi kekuasaan dan bagaimana orang memanipulasi kekuasaan untuk kepentingan sendiri.
Kita semakin sadar bahwa organisasi merupakan entitas politik, jika harus dengan akurat menjelaskan dan meramalkan perilaku orang-orang dalam organisasi, kita perlu memasukkan perspektif politis ke dalam analisis kita..
Variabel variabel bergantung atau terikat dependent variables diantaranya
- Produktivitas
- Kemangkiran
- Tingkat keluar masuknya karyawan
- Kepuasan kerja
Variabel bebas independent variables
a. Variabel tingkat-individual
- Persepsi
- Pengambilan keputusan individual
- Pembelajaran
- Motivasi
b. Variabel tingkat-kelompok
- Pola komunikasi
- gaya kepemimpinan
- Kekuasaan dan politik
- Hubungan antar kelompok
- Konflik
c. Variabel tingkat-sistem organisasi
- Desain organisasi formal
- Teknologi dan proses kerja serta pekerjaan
- Kebijakan dan praktek sumber daya manusia proses seleksi, program pelatihan dan metode penilaian kinerja
- Budaya intern
- Stres kerja
Aku hidup dalam mimpi..tidur dalam nyata..hidupku hanya mimpi..dan mimpiku adalah nyata..
Februari 11, 2010
November 18, 2009
I'm game,, well I'm qiut
Kujadikan dia sebagai alasanku,, mengapa aku menulis ini..
Regret nothings, fear less,then just do it!
Kuungkapkan kata-kata itu berulang kali, kutanamkan jauh dalam pusat hatiku. Harus kupastikan bahwa kata itu benar-benar tertancap, sebelum semua tentangnya terlalu jauh,
‘Bout that girl..ya tentang dya..
It’s not about fear, it’s about love, ’bout heart. Rupanya sisi lain diriku menolak pendapatku sebelumnya. Detik ini kebimbangan berdesir dalam dadaku.
Saat ini tatapanku melekat kuat pada wajahnya. Dua semester bukan lagi waktu yang singkat untuk memendam beban seberat ini. Ingin sekali kucari tahu apa yang mesti kuketahui, selama ini selalu saja samar. Sebenarnya sejauh mana dirinya padaku, sedekat apa seharusnya kita berdua.
Aku pencinta manusia, aku ingin selalu menebak apa yang ia pikirkan. Kedinamisan ia membuatku ingin tahu. Biasanya semua itu terasa lancar, untuk tahu semua itu. Tetapi kenapa keraguan-mutlak terjadi saat ku mencoba menelaahnya.
Karena itu, karena semua itu, ingin sekali kuhadapkan kita dalam empat mata, dan akan kutanyakan berentet, beribu, dan berjubel pertanyaan tentang kita, tentang yang seharusnya terjadi. Bukan yang kuinginkan terjadi atau imajinasiku yang selalu memaksaku mewujudkannya.
Nampaknya sisi otakku yang lain membuatku kembali tenggelam dalam ragu. Haruskah ku ungkapkan itu padanya ??..ah entahlah..
NO WAY! OF COURSE NOT!
Lalu akan seperti apa tindakanku. Hari ini kuhentikan pertengkaran pribadi pada hatiku sampai disini, titik. Tak ada niatan untuk menuntaskannya sekarang. Karena saat ini aku harus kembali ke realita. Kulepaskan tatapanku darinya, sebelum ia merasa diawasi.
-
Kutatap dirinya,
Ia cantik, bahkan sebenarnya ia anggun. Tetapi ada alasan lain kenapa dia menempati tempat spesial di jantungku, teristimewa di paru-paruku dan memiliki seluruh jiwaku.
Aku tahu selama ini dia mengawasiku.
MUNGKIN,
Mungkin dia mengawasiku. Matanya terlalu dalam untuk diselami, senyumnya terlalu rumit untuk dimengerti. Begitu tulus, namun maknanya belum tertangkap olehku. Selalu saja memberiku misteri tersendiri.yaaa,,misteri pada hatiku ini..
Entah. Aku merasa nyaman seperti ini, menatapnya. Kalau dia yang akan jadi milikku, ia akan jadi yang pertama tulus benar-benar kucintai, karenanya lubuk kecilku kurang-lebih berharap takkan ada kegagalan.
Belum juga kutemukan sesuatu itu, yang dapat memantapkan hatiku. Sampai saat ini, setelah kutatap dia selama dua semester. Apa perlu kuyakinkan diriku bahwa dia akan menjawab seperti yang kubayangkan? Itu memang tidak terlalu penting, namun itu mungkin yang membuat sedikit keraguan yang berkecambah. ADVICE? I guess..
-
Bukan lagi dia yang kutatap, melainkan sisi ruang di hatiku yang penuh keraguan. Kuputuskan untuk menemukan ketuntasannya malam ini, tentang langkahku ke depan menghadapinya. Harus tuntas. Tak kuhiraukan lagi jam yang terus berputar, waktu yang terus berlalu, malam yang makin larut.
Aku tekankan pada diriku, kuingatkan pada jiwaku, bahwa aku hanya seorang manusia yang sama seperti yang lain. Tetapi entah mengapa aku dibuatnya menjadi ciut dan tak bernyali di hadapannya..
Well, I’M QUIT.
Kucukupkan kebimbanganku, keraguanku selama ini. Aku keluar dari rasa ini. Belum terlalu jauh, belum terlalu jauh untukku menghilangkannya. Biarkan dia jadi cintaku yang terpendam, cinta yang pernah ada, tanpa ada yang tahu.
-
Satu kawan mendukungku, jawaban lain yang tersisa hanya ‘terserah’ dan ‘nggak tahu’, yang terakhir malah menginterogasiku balik jati diriku, ehm, incaranku. Namun dapat dipastikan aku pulang dengan tangan hampa, karena aku tidak akan mengungkapnya dengan lantang.
Kurenungi kembali pendapat temanku, dan akhirnya kudapatkan juga kesimpulan,
OK,I’m game!
Apapun jawabannya bukan menjadi masalah. Yang penting aku telah mencoba menjadikannya ia milikku. walaupun aku berkata tanpa basa basi terlebih dahulu dan mengucap secara tertatih..I think,,,just do it..
keesokan harinya, kuberanikan diri untuk menemuinya dan berbicara langsung dengannya..ku kumpulkan semangat dalam diri dan mencoba lebih tenang..yaa,, mungkin aku harus lakukan itu.. keberanian sudah terkumpul,,tapi entah mengapa rasa percaya diriku hilang begitu saja..
-
Aku bertatap mata dengannya, lebih dekat dan lekat dari biasanya.
-
Tatapan ini, tidak,,tidak,, jangan keluarkan sekarang! Itu bisa merusak rencana agungku. Menjadikanmu milikku..
-
Kuberanikan diri untuk kembali mencoba membaca apa yang dipikirkannya saat itu. Namun, tiba-tiba saja terlintas keputusan akhirku semalam, I’m quit for the sake of friendship. Kutundukkan diriku, kuputuskan tetap memegang kata itu.
-
Kenapa kau lepas senyummu, jangan sekarang. Kau membuatku ragu, lagi. Mengapa jawabannya kembali jadi penting? Telah kuputuskan bahwa aku akan masuk dalam permainan ini. Kutarik dan kulepas nafasku sedikit lebih lambat dari biasanya, melonggarkan rongga dadaku yang terlalu sesak. Setelah berusaha keras, akhirnya terlontar juga kata itu, kupinta ia menduduki tempat terkhusus di hatiku, jantungku, dan seluruh jiwaku.
-
Jantungku berdetak terlalu keras, aku terlalu kaget untuk kata itu, yang terlontar dari mulutnya.
Aku..
Aku,
Ehm! Aku harus fokus pada keputusan akhirku. Sudah kuputuskan!
Sudah kuputuskan,
Kuputuskan apa,
REGRET NOTHINGS, FEAR LESS, JUST DO IT!!
Hanya itu yang teringat di otakku, terutama dua kata terdepan.
REGRET NOTHINGS, terus saja berulang. Jangan sesali apapun atau mungkin lebih terdengar jangan sampai menyesal! Ditambah seruan lain yang bersaing,
It’s not ‘bout fear to me but i must do it., it’s ‘bout love, about YOUR HEART!
Demam panggung pun seketika muncul di tempat tak seharusnya, di depannya. Aku hanya terpaku tanpa jawaban. Bukannya berkoorporasi, seruan-seruan di otakku semakin kencang. Akhirnya keluar juga jawabanku, bukan kata-kata yang indah, tetapi hanya anggukan dan ku gemetaran. Kusadari otakku mengangkat bendera putih pada hatiku, kukembangkan senyumku, kutatapkan mataku setulus mungkin, sedalam yang kubisa pada sosok didepanku.
-
Tatapan itu, cahaya matamu,,ya aku tahu! Senyum itu, aku mengerti!
Aku memecahkan sebagian misteri atasnya. Senyumnya, pandangannya, segala yang ia berikan padaku selama ini adalah perasaan yang sangat kuinginkan, jawaban yang selama ini membimbangkanku.
-
Aku mengerti alasannya. aku putuskan memberikan sesuatu yang telah lama kusimpan untuknya..hanya sebuah lingkaran kecil itulah yang dapat keberikan padanya. lingkaran yang telah kubeli di desember awal. Itu tanda persahabatan dariku.aku senang ia mau menerima, dan mau mengenakannya.
Sejauh ini aku masih baik-baik saja, tetapi entah mengapa aku begitu kesal pada diriku..diri yang tak punya keberanian tuk ungkapkan dengan percaya diri. apakah karena matanya, ahh ya sudahlah..aku tidak ingin ia bingung dengan ucapanku.aku tidak ingin menggangu mimpi indahnya dan tak ingin mengganggu tidurnya yang nyenyak setiap malam..ahh,, biarlah hati ini yang merasa,,merasa akan sesuatu yang tak semestinya terungkap..
Tabir tersirap, semua terbuka. Dia padaku. Sejauh inilah seharusnya kita berdua,,berdua dalam persahabatan..
semoga keciutan nyali ini dapat mejadi hikmah untuk diriku sendiri..dan ucapan terakhirku untuknya..
terima kasih banyak atas semuanya.mungkin inilah akhir dari cerita yang telah terpendam sekian lama..kenangan semasa kumememdam rasa ini, kini telah sirna karena hitamku.. maafkan perkataanku bila itu telah membuatmu bingung..karena hati ini tak kuasa mememdam terlalu lama lagi..
Filosofi Teman dan Ragam Macamnya
Entah apa yang terlintas dalam pikiran gue saat ini tentang sebuah kata yaitu “Teman”. Gue juga bingung harus bagaimana cara mangapresiasikan makna kata “Teman” itu. Tapi ini adalah sebuah apresiasi dari pemikiran gue.
Menurut kalian, apa arti “Teman” buatmu???.. Apa hanya sebatas padanan dari sebuah suku kata semata, kata lain dari “Sahabat”, “Friend”, atau malah yang lain. Setelah sekian lama hingga sekarang gue bertemu dengan macam-macam wajah, karakter, kepribadian, dan semua itu memang ada di kehidupan kita ini. Karena itu semua, sekarang gue dapat medefinisikan tentang “What is mean of Friend ??”.
1. Teman adalah orang yang bisa membuat kita ketawa-ketiwi, nangis, bahagia, terharu, marah, kecewa, prihatin, optimis, de el el..
2. Teman adalah orang-orang yang mungkin kita kenal benar, tidak begitu kenal, dan atau mungkin tidak kamu kenal.
3. Teman adalah orang-orang yang sudah kita kenal, akan kita kenal, dan atau juga belum kita kenal.
4. Teman adalah malaikat, bila ia bisa membawa kita pada kebaikan. Tetapi bisa juga dikatakan sebagai setan, bila ia membawa kita pada kemaksiatan..hahahha..
-------------------------------------------------------------------
Selain itu juga, gue juga mengklasifikasikan macam teman itu jadi beberapa tipe atau karekter :
1. Talkative Friend,,atau Teman Ceriwis ialah mereka-reka yang tidak pernah berhenti berbicara dari awal pembicaraan sampai akhir pembicaraan. Yahh,, kebanyakan dari mereka sih tipe orang-orang yang suka ngegosip dan omongannya tuh seperti tong kosong nyaring bunyinya..wwooww,,sampai segitunya..
2. Stupid Freak Friend,,atau Teman yang Gokil.. itu klo gue yang menyebutnya. Nah, tipe teman yang seperti ini jarang banged ada, sekali ada paling satu banding sejuta,,ahhahhaa,,lebayy..tapi ingat nih,, mereka tidak gila sebenarnya,, hanya sikap dan tingkah konyolnya itu yang tidak pernah bisa kita duga. Selalu saja melakukan hal-hal aneh yang bisa bikin kita ngakak..hahahaaaa..
3. Silent Friend, atau Teman yang pendiam..nah teman seperti ini cocok untuk jadi pendengar yang setia. Kadang teman seperti ini kalau diajak bicara suka telmi sedikit,,hahah.. tapi perlu di waspadai juga nih,,kalau bicara di hadapannya jangan asal bicara. Takutnya dia tersinggung dan sifat dia ini agak pendendam. Bisa-bisa jadi psikopat,,haahhah,,takut gue..
4. Under ground Friend,, atau Teman suka main belakang.. Nahh,,teman seperti ini nih yang paling gue benci. Ya mereka-reka ini tipe teman bermuka dua, maksudnya mereka biasanya akan berbicara baik ketika orang itu di hadapannya, tapi kalau di belakang jangan harap dia bisa berbicara baik lagi.. ya istilahnya ni teman muka topeng dah,,suka ngomongin orang dari belakang..
5. Friend but intimate,,atau Teman tapi mesra (TTM),,hahahha.. jujur gue sih ga tahu pasti tentang tipe-tipe teman seperti ini. Orang-orang ini berteman layaknya seperti orang berteman biasa, tapi perilaku serta tingkahnya sih seperti layaknya seperti orang pacaran..mungkin bisa di bilang kumpul kebo kali yahh,,hahhaha..kidding..
6. Louse Book Friend,,atau Teman kutu buku.. Tipe-tipe teman seperti ini agak sulit di tebak jalan pikirannya. Mereka ini adalah orang-orang yang selalu berkutat pada sesuatu materi di kurikulum yang sedang mereka ambil atau selalu belajarlah.. Yaa,,bisa dibilang mereka ini agak kurang pergaulannya dan susah care sama yang lain karena mementingkan pelajaran atau ilmu pengetahuan..
7. The Real Friend..atau teman yang sebenar-benarnya.. Nahh, teman seperti ini yang gue paling suka bgd.. Teman yang selalu ada buat kita di saat kita suka maupun duka,di saat kita susah maupun bahagia. Teman seperti ini sulit sekali untuk kita temukan. Mereka ini selalu bisa mengerti kita, selalu bisa membuat kita optimis menjalani hidup. Lantas, adakah teman seperti itu di kehidupan kalian??..hhmmmhhmm,,,pasti adalah tapi jarang kan…
8. Friends hang out,,atau Teman yang gaul atau juga teman yang Fashionable..hahhaha,,ya kurang lebihnya seperti itulah... Nahhh teman yang satu ini sangat paham bgd sama seluk beluk mode dari ujung rambut sampai ujung kaki mereka selalu mengikuti sesuatu yang sedang “In” atau sedang “ Trend mode”,,hahha..lebayyy… Tipe ini biasanya sih disomisili oleh kaum-kaum hawa tapi tak jarang juga nih kaum adam juga ada di dalamnya.. Yaaaa,,mereka ini pokoknya ingin tampil beda deh dari yang lain, ingin tampil paling “WaaHHH”..hahahh..
9. Rich Friend atau Teman yang Kaya akan materi.. Teman yang satu selalu jadi perhatian halayak,,hahahha..maklumlah secara dia punya materi yang berlimpah.. Tipe-tipe teman seperti ini sih biasanya bergaul denga orang yang sederajatl saja.. Yaa,,bisa di maklumi sih, mereka-reka ini tidak ingin jatuh harga dirinya di mata orang lain..hahahha..tapi ga semua jg sih,,..
10. Perfectsionism Friend,,atau Teman yang merasa segalanya sempurna (perfeksionisme).. Teman seperti ini biasanya meinginkan sesuatu berjalan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya, kalau gagal atau tidak sesuai rencana biasanya lecutan amarah akan meledak begitu saja dari diri mereka.. Waahh,,ini bisa bahaya juga..dan biasanya tipe-tipe teman seperti ini dihuni oleh golonga IQ yang tinggi,,wwooww..
11. Stubborn Friend,,atau Teman yang keras kepala..maksudnya teman yang seperti ini ciri-cirinya egois bgd. Yaaa,,tahulah kalau orang egois itu gimana,,ga mau kalah dengan yang lain. Ya terlalu berambisius dengan impiannya itu..ohohohohooh..
12. Religion Friend,,Atau teman yang agamanya kuat bgd.. Nahh,,tipe-tipe kaya gini nih yang gue suka..mereka ini biasanya tutur kata, prilaku, serta perbuatannya sangat terpuji,,hohooh,,terpuji???.. ya pokoknya orang-orang kaya gini selalu taat beragama deh. Apapun kegiatannya, beribadah ga akan pernah ketinggalan..
---------------------------------------
Menurut gue masih banyak tipe tipe atau golongan golongan lain yang bertebaran di luar sana. Ya merekalah yang menghiasi sebentang cakrawala dari segala penjuru..hahhaha.. Segala sesuatu tetap berjalan walaupun dunia begitu berhias bermacam bentuk sifat, tingkah laku, kepribadian, dan lain lain,, karena mereka semua ini tercipta untuk saling melengkapi satu sama lain,,saling bekerja sama,, ya layaknya sel dalam suatu jaringan, organ, sistem organ, hingga membentuk tubuh yang sempurna..yang pasti mereka semua di ciptakan bukan untuk saling membedakan satu sama lain,,tapi mereka di ciptakan yaitu untuk saling melengkapi satu sama lain..hahhaha…
((( Ini menurut pemikiran gue loch ))) !!!
Menurut kalian, apa arti “Teman” buatmu???.. Apa hanya sebatas padanan dari sebuah suku kata semata, kata lain dari “Sahabat”, “Friend”, atau malah yang lain. Setelah sekian lama hingga sekarang gue bertemu dengan macam-macam wajah, karakter, kepribadian, dan semua itu memang ada di kehidupan kita ini. Karena itu semua, sekarang gue dapat medefinisikan tentang “What is mean of Friend ??”.
1. Teman adalah orang yang bisa membuat kita ketawa-ketiwi, nangis, bahagia, terharu, marah, kecewa, prihatin, optimis, de el el..
2. Teman adalah orang-orang yang mungkin kita kenal benar, tidak begitu kenal, dan atau mungkin tidak kamu kenal.
3. Teman adalah orang-orang yang sudah kita kenal, akan kita kenal, dan atau juga belum kita kenal.
4. Teman adalah malaikat, bila ia bisa membawa kita pada kebaikan. Tetapi bisa juga dikatakan sebagai setan, bila ia membawa kita pada kemaksiatan..hahahha..
-------------------------------------------------------------------
Selain itu juga, gue juga mengklasifikasikan macam teman itu jadi beberapa tipe atau karekter :
1. Talkative Friend,,atau Teman Ceriwis ialah mereka-reka yang tidak pernah berhenti berbicara dari awal pembicaraan sampai akhir pembicaraan. Yahh,, kebanyakan dari mereka sih tipe orang-orang yang suka ngegosip dan omongannya tuh seperti tong kosong nyaring bunyinya..wwooww,,sampai segitunya..
2. Stupid Freak Friend,,atau Teman yang Gokil.. itu klo gue yang menyebutnya. Nah, tipe teman yang seperti ini jarang banged ada, sekali ada paling satu banding sejuta,,ahhahhaa,,lebayy..tapi ingat nih,, mereka tidak gila sebenarnya,, hanya sikap dan tingkah konyolnya itu yang tidak pernah bisa kita duga. Selalu saja melakukan hal-hal aneh yang bisa bikin kita ngakak..hahahaaaa..
3. Silent Friend, atau Teman yang pendiam..nah teman seperti ini cocok untuk jadi pendengar yang setia. Kadang teman seperti ini kalau diajak bicara suka telmi sedikit,,hahah.. tapi perlu di waspadai juga nih,,kalau bicara di hadapannya jangan asal bicara. Takutnya dia tersinggung dan sifat dia ini agak pendendam. Bisa-bisa jadi psikopat,,haahhah,,takut gue..
4. Under ground Friend,, atau Teman suka main belakang.. Nahh,,teman seperti ini nih yang paling gue benci. Ya mereka-reka ini tipe teman bermuka dua, maksudnya mereka biasanya akan berbicara baik ketika orang itu di hadapannya, tapi kalau di belakang jangan harap dia bisa berbicara baik lagi.. ya istilahnya ni teman muka topeng dah,,suka ngomongin orang dari belakang..
5. Friend but intimate,,atau Teman tapi mesra (TTM),,hahahha.. jujur gue sih ga tahu pasti tentang tipe-tipe teman seperti ini. Orang-orang ini berteman layaknya seperti orang berteman biasa, tapi perilaku serta tingkahnya sih seperti layaknya seperti orang pacaran..mungkin bisa di bilang kumpul kebo kali yahh,,hahhaha..kidding..
6. Louse Book Friend,,atau Teman kutu buku.. Tipe-tipe teman seperti ini agak sulit di tebak jalan pikirannya. Mereka ini adalah orang-orang yang selalu berkutat pada sesuatu materi di kurikulum yang sedang mereka ambil atau selalu belajarlah.. Yaa,,bisa dibilang mereka ini agak kurang pergaulannya dan susah care sama yang lain karena mementingkan pelajaran atau ilmu pengetahuan..
7. The Real Friend..atau teman yang sebenar-benarnya.. Nahh, teman seperti ini yang gue paling suka bgd.. Teman yang selalu ada buat kita di saat kita suka maupun duka,di saat kita susah maupun bahagia. Teman seperti ini sulit sekali untuk kita temukan. Mereka ini selalu bisa mengerti kita, selalu bisa membuat kita optimis menjalani hidup. Lantas, adakah teman seperti itu di kehidupan kalian??..hhmmmhhmm,,,pasti adalah tapi jarang kan…
8. Friends hang out,,atau Teman yang gaul atau juga teman yang Fashionable..hahhaha,,ya kurang lebihnya seperti itulah... Nahhh teman yang satu ini sangat paham bgd sama seluk beluk mode dari ujung rambut sampai ujung kaki mereka selalu mengikuti sesuatu yang sedang “In” atau sedang “ Trend mode”,,hahha..lebayyy… Tipe ini biasanya sih disomisili oleh kaum-kaum hawa tapi tak jarang juga nih kaum adam juga ada di dalamnya.. Yaaaa,,mereka ini pokoknya ingin tampil beda deh dari yang lain, ingin tampil paling “WaaHHH”..hahahh..
9. Rich Friend atau Teman yang Kaya akan materi.. Teman yang satu selalu jadi perhatian halayak,,hahahha..maklumlah secara dia punya materi yang berlimpah.. Tipe-tipe teman seperti ini sih biasanya bergaul denga orang yang sederajatl saja.. Yaa,,bisa di maklumi sih, mereka-reka ini tidak ingin jatuh harga dirinya di mata orang lain..hahahha..tapi ga semua jg sih,,..
10. Perfectsionism Friend,,atau Teman yang merasa segalanya sempurna (perfeksionisme).. Teman seperti ini biasanya meinginkan sesuatu berjalan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya, kalau gagal atau tidak sesuai rencana biasanya lecutan amarah akan meledak begitu saja dari diri mereka.. Waahh,,ini bisa bahaya juga..dan biasanya tipe-tipe teman seperti ini dihuni oleh golonga IQ yang tinggi,,wwooww..
11. Stubborn Friend,,atau Teman yang keras kepala..maksudnya teman yang seperti ini ciri-cirinya egois bgd. Yaaa,,tahulah kalau orang egois itu gimana,,ga mau kalah dengan yang lain. Ya terlalu berambisius dengan impiannya itu..ohohohohooh..
12. Religion Friend,,Atau teman yang agamanya kuat bgd.. Nahh,,tipe-tipe kaya gini nih yang gue suka..mereka ini biasanya tutur kata, prilaku, serta perbuatannya sangat terpuji,,hohooh,,terpuji???.. ya pokoknya orang-orang kaya gini selalu taat beragama deh. Apapun kegiatannya, beribadah ga akan pernah ketinggalan..
---------------------------------------
Menurut gue masih banyak tipe tipe atau golongan golongan lain yang bertebaran di luar sana. Ya merekalah yang menghiasi sebentang cakrawala dari segala penjuru..hahhaha.. Segala sesuatu tetap berjalan walaupun dunia begitu berhias bermacam bentuk sifat, tingkah laku, kepribadian, dan lain lain,, karena mereka semua ini tercipta untuk saling melengkapi satu sama lain,,saling bekerja sama,, ya layaknya sel dalam suatu jaringan, organ, sistem organ, hingga membentuk tubuh yang sempurna..yang pasti mereka semua di ciptakan bukan untuk saling membedakan satu sama lain,,tapi mereka di ciptakan yaitu untuk saling melengkapi satu sama lain..hahhaha…
((( Ini menurut pemikiran gue loch ))) !!!
April 29, 2009
Kebijakan Fiskal dan Moneter
Kebijakan moneter
Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang berdar. Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya menpertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.
Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansife (monetary expansive). Sebaliknya jumlah uang dikurangi, berarti pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive). Istilah lain untuk kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan uang ketat (tight money policy).
A. Instrumen kebijakan moneter:
1) Operasi pasar terbuka
Yang dimaksud dengan operasi pasar terbuka adalah pemerintah mengendalikan jumlah uang berdar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah (government securities). Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar, maka permerintah menjual surat-surat berharga (open market selling). Dengan demikian uang yang ada dalam masyarakat mengalir ke otoritas moneter, sehingga jumlah uang beredar berkurang. Jika ingin menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah membeli kembali surat-surat berharga tersebut (open market buying). Guna lebih mengefektifkan operasi pasar terbuka ini, bank Indobesia telah mengembangkan kedua instrumen tersebut dengan menambahkan fasilitas repurchase agreement (repo) ke masing-masing instrumen, sehingga saat ini dikenal SBI repo dan SBPU repo.
2) Failitas diskonto (discount rate)
Yang dimaksud dengan tingkat bunga diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. Kebutuhan ini dapat di manfaatkan oleh pemerintah untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. Bila pemerintah ingin menambah uang beredar, maka pemerintah menurunkan tingkat bunga pinjaman (tingkat diskonto). Dengan tingkat pinjaman bunga yang lebih murah, maka keinginan bank-bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi lebih besar, sehingga jumlah uang berdar bertambah. Sebaliknya bila ingin menambah laju pertambahan jumlah uang beredar, maka pemerintah menaikan jumlah pinjaman. Hal ini akan mengurangi keinginan bank-bank meminjam uang dari bank sentral, sehingga pertambahan jumlah uang beredar dapat ditekan.
3) Rasio cadangan wajib (reserve requirement ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus di simpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikan jumlah rasio cadangan wajib.
4) Himbauan moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi himbauan kepada para pelaku ekonomi. Contohnya, seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang yang beredar pada perekonomian.
B. Faktor-faktor yang terkait dengan kebijakan moneter:
Dalam perekonomian beberapa indikator yang biasanya digunakan untuk menilai kebijakan moneter adalah :
1. Jumlah Uang Beredar (JUB)
Jumlah uang yang beredar dan ada dalam masyarakat serta dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran dalam perekonomian.
2. Laju inflasi
Gejala kenaikan harga secara umum (artinya semua harga terpengaruhi) karena terlalu banyak uang mengejar jumlah barang yang jumlahnya tidak bertambah.
3. Suku bunga bank
Pembayaran yang dilakukan untuk penggunaan uang atau jumlah bunga yang dibayarkan per-unit waktu yang disebut sebagai persentase dari jumlah yang dipimjamkan
4. Nilai tukar rupiah
Perbandingan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing yang dihitung berdasarkan satuan harga.
5. Ekspektasi atau harapan masyarakat terhadap moneter
Keinginan masyarakat atau pengharapan masyarakat terhadap faktor-faktor yang terdapat di atas yang pada intinya berharap agar sesuai dengan kemampuan moneternya.
KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Faktor yang mempengaruhi kebijakan fiskal :
1. Pajak Adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat di paksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak di pungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum.
2. APBN dan APBD adalah anggaran pendapatan dan belanja Negara yang digunakan untuk pengalokasian sumber daya keuangan yang terbatas untuk pembiayaan Negara pada suatu periode tertentu.
Ragam contoh dari kebijakan fiskal dan moneter serta kondisi yang mendasari penerapannya, yang pernah atau yang sedang diterapkan di Indonesia
A. Orde lama (demokrasi terpimpin)
Melalui pendekatan kebijakan Moneter:
1. pemotongan nilai uang (sanering) 20 maret 1950
2. Devaluasi 25 agustus 1959, menurunkan nilai mata uang menjadi 10%
3. Pembentukan deklarasi ekonomi (dekon) tetapi justru mengakibatkan harga barang naik menjadi 400%.
4. Devaluasi 13 desember 1965 memotong nilai uang menjadi 1/1000 yang justru meningkatkan inflasi.
Melalui pendekatan kebijakan fiskal :
1. Program pinjaman nasional pada juli 1946
2. Pemerintah mulai memungut pajak dari warganya yang melakukan usaha yang menyangkut kekayaan usaha.
B. Orde baru (demokrasi pancasila)
Melalui pendekatan kebijakan moneter :
1. Deregulasi perbankan yang dikeluarkan pada 1 juni 1983
2. Adanya kebijakan contractionary monetary policy adalah kebijakan pemerintah menaikan suku bunga yang dikenakan oleh bank sentral.
Malalui pandekatan kebijakan fiskal :
1. Indonesia mendapat dana pinjaman dari IMF
2. Adanya reformasi perpajakan
3. Pengaturan anggraran berimbang
4. Rencana pembangunan lima tahun.
C. Orde reformasi (demokrasi liberal)
Melalui pendekatan fiskal:
A. Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5.8 miliar dan mengalokasikan pembayaran hutang luar negri sebesar Rp 116,3 triliun.
B. Kebijakan privatisasi BUMN hasil penjualan itu berhasil menaikan pertumbuhan ekonomi menjadi 4,1%. Namun kebijakan ini memicu kontroversi, karena BUMN yang di privatisasi dijual ke perusahaan asing.
C. Pembangunan infrastruktur masal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing.
D. Mengurangi subsidi BBM, kebijakan ini dilatarbelakangi oleh naiknya harga minyak dunia.
Melalui pendekatan kebijakan moneter :
A. Pemerintah melikuidasi bank-bank yang bermasalah serta mengeluarkan KLBI (Kredit Likuidas Bank Indonesia).
B. Bank sentral menaikan suku bungadan pengetatan likuiditas perbankan, mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter, menentukan sasaran akhir kebijakan moneter, mengidentifikasi variabel yang menyebabkan inflasi, serta memformulasikan respon moneter.
C. Pelarangan margin trading rupiah terhadap semua valas
D. Pemberlakuan intervensi swap valas sebagai instrumen Operasi Pasar Terbuka untuk jangka waktu 1 s.d. 7 hari
E. kerangka kerja kebijakan moneter yang baru konsisten dengan Inflation Targeting Framework, yang mencakup empat elemen mendasar yaitu penggunaan suku bunga BI Rate sebagai sasaran operasional, proses perumusan kebijakan moneter yang antisipatif, strategi komunikasi yang lebih transparan, dan penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah ditambah dengan proses percepatan konsolidasi perbankan sampai dengan akhir tahun 2010.
Kaitan ragam kebijakan moneter dan fiskal dengan sistem ekonomi suatu negara dan contoh penerapan di Indonesia
Sistem ekonomi yang di anut oleh Indonesia adalah sistem ekonomi pancasila. Sistem ekonomi Pancasila merupakan sistem gotong royong kerakyatan terpimpin yang menggambarkan cara menghimpun, cara menggerakkan dengan tata kerja tertentu yang harus dijiwai oleh semangat gotong royong. Di Indonesia kebijakan-kebijakan yang pernah dianut yang berhubungan dengan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter sebenarnya cukup beragam.
Kaitan beragam kebijakan fiskal dan moneter dengan suatu sistem suatu negara dipengaruhi oleh struktur dari pada negara tersebut. Kebijakan moneter dan fiskal itu dapat pula mempengaruhi tingkah laku perekonomian suatu negara karena ada peraturan, undang-undang, serta tujuan yang mengatur gerak-gerik para pelaku ekonomi tersebut.
Dari segi fiskal, pemerintah menerapkan kenaikan persentase pungutan pajak, mengadakan pinjaman sukarela atau pinjaman paksa, memotong uang, membekukan sebagian atau seluruhnya simpanan-simpanan (deposito) pihak-pihak partikulir (bukan punya pemerintah) yang ada dalam bank-bank, serta penurunan pengeluaran pemerintah.
Dari segi moneter, maka bank sentral akan menaikkan suku bunga dan pengetatan likuiditas perbankkan, mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter, menentukan sasaran akhir kebijakan moneter, mengidentifikasi variabel yang menyebabkan tekanan-tekanan inflasi, memformulasikan respon kebijakan moneter.
Keselarasan kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia pada tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sisi kebijakan fiskal, dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal, pemerintah mampu memberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditunjukkan dari defisit anggaran yang mampu dikendalikan pada level 1,0% dari PDB pada tahun 2006 meskipun lebih tinggi dari sasaran awal 0,7% dari PDB. Terkendalinya defisit anggaran ini mampu memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5% pada tahun 2006. Sedangkan dari sisi moneter, stabilitas harga tetap terjaga dengan pengendalian inflasi pada level 6,60% (y-oy) dibandingkan awal tahun 2006 yang mencapai 17,03%(y-oy) (Bank Indonesia, 2006). Hal ini juga ditandai dengan menurunnya tingkat suku bunga SBI sehingga kondisi tersebut memberikan sinyal yang positif bagi sektor riil.
Kesimpulan
Dalam perekonomian, kebijakan moneter kita ibaratkan dengan peredaran darah, sementara kebijakan fiskal kita ibaratkan dengan jantung. Adapun sektor riil atau sektor produktif kita ibaratkan dengan sel-sel tubuh. Seperti juga antara peredaran darah dan fungsi jantung yang harus terdapat keseimbangan, maka kebijakan moneter dan fiskal juga harus mencapai keseimbangan. Kebijakan moneter adalah kebijakan yang berkait dengan peredaran uang serta di wilayah mana saja uang itu beredar. Sementara kebijakan fiskal, berkaitan dengan sejauh mana pemerintah perlu membelanjakan uangnya atau menarik uang dari masyarakat terutama melalui pajak. Apabila peredaran darah dapat berjalan ke seluruh tubuh yang dikombinasikan dengan fungsi jantung untuk dapat memompa dan meyerap darah, maka sel-sel tubuh pun akan mampu tumbuh dan berkembang secara wajar. Demikian juga yang terjadi dengan kebijakan moneter dan fiskal yang seimbang, maka niscaya akan mampu menumbuhkan dan mengembangkan sektor produktif masyarakat.
Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang berdar. Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya menpertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.
Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansife (monetary expansive). Sebaliknya jumlah uang dikurangi, berarti pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive). Istilah lain untuk kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan uang ketat (tight money policy).
A. Instrumen kebijakan moneter:
1) Operasi pasar terbuka
Yang dimaksud dengan operasi pasar terbuka adalah pemerintah mengendalikan jumlah uang berdar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah (government securities). Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar, maka permerintah menjual surat-surat berharga (open market selling). Dengan demikian uang yang ada dalam masyarakat mengalir ke otoritas moneter, sehingga jumlah uang beredar berkurang. Jika ingin menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah membeli kembali surat-surat berharga tersebut (open market buying). Guna lebih mengefektifkan operasi pasar terbuka ini, bank Indobesia telah mengembangkan kedua instrumen tersebut dengan menambahkan fasilitas repurchase agreement (repo) ke masing-masing instrumen, sehingga saat ini dikenal SBI repo dan SBPU repo.
2) Failitas diskonto (discount rate)
Yang dimaksud dengan tingkat bunga diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. Kebutuhan ini dapat di manfaatkan oleh pemerintah untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. Bila pemerintah ingin menambah uang beredar, maka pemerintah menurunkan tingkat bunga pinjaman (tingkat diskonto). Dengan tingkat pinjaman bunga yang lebih murah, maka keinginan bank-bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi lebih besar, sehingga jumlah uang berdar bertambah. Sebaliknya bila ingin menambah laju pertambahan jumlah uang beredar, maka pemerintah menaikan jumlah pinjaman. Hal ini akan mengurangi keinginan bank-bank meminjam uang dari bank sentral, sehingga pertambahan jumlah uang beredar dapat ditekan.
3) Rasio cadangan wajib (reserve requirement ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus di simpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikan jumlah rasio cadangan wajib.
4) Himbauan moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi himbauan kepada para pelaku ekonomi. Contohnya, seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang yang beredar pada perekonomian.
B. Faktor-faktor yang terkait dengan kebijakan moneter:
Dalam perekonomian beberapa indikator yang biasanya digunakan untuk menilai kebijakan moneter adalah :
1. Jumlah Uang Beredar (JUB)
Jumlah uang yang beredar dan ada dalam masyarakat serta dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran dalam perekonomian.
2. Laju inflasi
Gejala kenaikan harga secara umum (artinya semua harga terpengaruhi) karena terlalu banyak uang mengejar jumlah barang yang jumlahnya tidak bertambah.
3. Suku bunga bank
Pembayaran yang dilakukan untuk penggunaan uang atau jumlah bunga yang dibayarkan per-unit waktu yang disebut sebagai persentase dari jumlah yang dipimjamkan
4. Nilai tukar rupiah
Perbandingan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing yang dihitung berdasarkan satuan harga.
5. Ekspektasi atau harapan masyarakat terhadap moneter
Keinginan masyarakat atau pengharapan masyarakat terhadap faktor-faktor yang terdapat di atas yang pada intinya berharap agar sesuai dengan kemampuan moneternya.
KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Faktor yang mempengaruhi kebijakan fiskal :
1. Pajak Adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat di paksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak di pungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum.
2. APBN dan APBD adalah anggaran pendapatan dan belanja Negara yang digunakan untuk pengalokasian sumber daya keuangan yang terbatas untuk pembiayaan Negara pada suatu periode tertentu.
Ragam contoh dari kebijakan fiskal dan moneter serta kondisi yang mendasari penerapannya, yang pernah atau yang sedang diterapkan di Indonesia
A. Orde lama (demokrasi terpimpin)
Melalui pendekatan kebijakan Moneter:
1. pemotongan nilai uang (sanering) 20 maret 1950
2. Devaluasi 25 agustus 1959, menurunkan nilai mata uang menjadi 10%
3. Pembentukan deklarasi ekonomi (dekon) tetapi justru mengakibatkan harga barang naik menjadi 400%.
4. Devaluasi 13 desember 1965 memotong nilai uang menjadi 1/1000 yang justru meningkatkan inflasi.
Melalui pendekatan kebijakan fiskal :
1. Program pinjaman nasional pada juli 1946
2. Pemerintah mulai memungut pajak dari warganya yang melakukan usaha yang menyangkut kekayaan usaha.
B. Orde baru (demokrasi pancasila)
Melalui pendekatan kebijakan moneter :
1. Deregulasi perbankan yang dikeluarkan pada 1 juni 1983
2. Adanya kebijakan contractionary monetary policy adalah kebijakan pemerintah menaikan suku bunga yang dikenakan oleh bank sentral.
Malalui pandekatan kebijakan fiskal :
1. Indonesia mendapat dana pinjaman dari IMF
2. Adanya reformasi perpajakan
3. Pengaturan anggraran berimbang
4. Rencana pembangunan lima tahun.
C. Orde reformasi (demokrasi liberal)
Melalui pendekatan fiskal:
A. Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5.8 miliar dan mengalokasikan pembayaran hutang luar negri sebesar Rp 116,3 triliun.
B. Kebijakan privatisasi BUMN hasil penjualan itu berhasil menaikan pertumbuhan ekonomi menjadi 4,1%. Namun kebijakan ini memicu kontroversi, karena BUMN yang di privatisasi dijual ke perusahaan asing.
C. Pembangunan infrastruktur masal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing.
D. Mengurangi subsidi BBM, kebijakan ini dilatarbelakangi oleh naiknya harga minyak dunia.
Melalui pendekatan kebijakan moneter :
A. Pemerintah melikuidasi bank-bank yang bermasalah serta mengeluarkan KLBI (Kredit Likuidas Bank Indonesia).
B. Bank sentral menaikan suku bungadan pengetatan likuiditas perbankan, mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter, menentukan sasaran akhir kebijakan moneter, mengidentifikasi variabel yang menyebabkan inflasi, serta memformulasikan respon moneter.
C. Pelarangan margin trading rupiah terhadap semua valas
D. Pemberlakuan intervensi swap valas sebagai instrumen Operasi Pasar Terbuka untuk jangka waktu 1 s.d. 7 hari
E. kerangka kerja kebijakan moneter yang baru konsisten dengan Inflation Targeting Framework, yang mencakup empat elemen mendasar yaitu penggunaan suku bunga BI Rate sebagai sasaran operasional, proses perumusan kebijakan moneter yang antisipatif, strategi komunikasi yang lebih transparan, dan penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah ditambah dengan proses percepatan konsolidasi perbankan sampai dengan akhir tahun 2010.
Kaitan ragam kebijakan moneter dan fiskal dengan sistem ekonomi suatu negara dan contoh penerapan di Indonesia
Sistem ekonomi yang di anut oleh Indonesia adalah sistem ekonomi pancasila. Sistem ekonomi Pancasila merupakan sistem gotong royong kerakyatan terpimpin yang menggambarkan cara menghimpun, cara menggerakkan dengan tata kerja tertentu yang harus dijiwai oleh semangat gotong royong. Di Indonesia kebijakan-kebijakan yang pernah dianut yang berhubungan dengan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter sebenarnya cukup beragam.
Kaitan beragam kebijakan fiskal dan moneter dengan suatu sistem suatu negara dipengaruhi oleh struktur dari pada negara tersebut. Kebijakan moneter dan fiskal itu dapat pula mempengaruhi tingkah laku perekonomian suatu negara karena ada peraturan, undang-undang, serta tujuan yang mengatur gerak-gerik para pelaku ekonomi tersebut.
Dari segi fiskal, pemerintah menerapkan kenaikan persentase pungutan pajak, mengadakan pinjaman sukarela atau pinjaman paksa, memotong uang, membekukan sebagian atau seluruhnya simpanan-simpanan (deposito) pihak-pihak partikulir (bukan punya pemerintah) yang ada dalam bank-bank, serta penurunan pengeluaran pemerintah.
Dari segi moneter, maka bank sentral akan menaikkan suku bunga dan pengetatan likuiditas perbankkan, mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter, menentukan sasaran akhir kebijakan moneter, mengidentifikasi variabel yang menyebabkan tekanan-tekanan inflasi, memformulasikan respon kebijakan moneter.
Keselarasan kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia pada tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sisi kebijakan fiskal, dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal, pemerintah mampu memberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditunjukkan dari defisit anggaran yang mampu dikendalikan pada level 1,0% dari PDB pada tahun 2006 meskipun lebih tinggi dari sasaran awal 0,7% dari PDB. Terkendalinya defisit anggaran ini mampu memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5% pada tahun 2006. Sedangkan dari sisi moneter, stabilitas harga tetap terjaga dengan pengendalian inflasi pada level 6,60% (y-oy) dibandingkan awal tahun 2006 yang mencapai 17,03%(y-oy) (Bank Indonesia, 2006). Hal ini juga ditandai dengan menurunnya tingkat suku bunga SBI sehingga kondisi tersebut memberikan sinyal yang positif bagi sektor riil.
Kesimpulan
Dalam perekonomian, kebijakan moneter kita ibaratkan dengan peredaran darah, sementara kebijakan fiskal kita ibaratkan dengan jantung. Adapun sektor riil atau sektor produktif kita ibaratkan dengan sel-sel tubuh. Seperti juga antara peredaran darah dan fungsi jantung yang harus terdapat keseimbangan, maka kebijakan moneter dan fiskal juga harus mencapai keseimbangan. Kebijakan moneter adalah kebijakan yang berkait dengan peredaran uang serta di wilayah mana saja uang itu beredar. Sementara kebijakan fiskal, berkaitan dengan sejauh mana pemerintah perlu membelanjakan uangnya atau menarik uang dari masyarakat terutama melalui pajak. Apabila peredaran darah dapat berjalan ke seluruh tubuh yang dikombinasikan dengan fungsi jantung untuk dapat memompa dan meyerap darah, maka sel-sel tubuh pun akan mampu tumbuh dan berkembang secara wajar. Demikian juga yang terjadi dengan kebijakan moneter dan fiskal yang seimbang, maka niscaya akan mampu menumbuhkan dan mengembangkan sektor produktif masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)