April 24, 2010

Honey Bee

I'm a honey bee
shunned from off from the colony
and they won't let me in
So I left the hive
they took away all my stripes
and broke off my wings
So I'll find another tree
and make the wind my friend
I'll just sing with the bird
They'll tell me the secrets of the world

But my honey bee
stuck where he doesn't wanna be
oh my darling honey bee
I'll come save you
even of it means I have face the queen

So I'll come prepared
my new friends say they would help me
get my love one back
they say it isn't right
the bees have control of your mind
But I choose not to believe that
So we’ll meet in the darkness of the night
And I’ll promise I will be there on time
We’ll be guided by my new friends the butterflies
Bring us back to our own little hive

Oh my other honey bee
No longer stuck where he doesn’t wanna be
Oh my darling honey bee
I have saved you
And now that you’re with me
We can make our own honey

(Zee Avi)

Maret 11, 2010

Problematika perekonomian Indonesia dan perusahaan multinasional sebagai penguasa baru dunia

Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah sekitar 350 tahun penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.


Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi besar dan wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Terlepas dari itu semua, Negara yang indah nan permai ini, sungguh sangat memprihatinkan. Sumber daya alam yang melimpah dan tersebar hampir di seluruh pulau, ternyata belum bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Justru banyak rakyat yang belum bisa menikmati dari hasil sumber daya alam Indonesia yang melimpah-ruah tersebut secara maksimal dan menyeluruh. Masih banyak rakyat Indonesia yang mengalami kesulitan ekonomi. Tak seharusnya Negara yang begitu kaya akan sumber daya alamnya dan keanekaragaman hayati ini, dibuat sebagai Negara pengemis oleh bangsa asing yang hendak ingin menjajah Indonesia dengan cara yang halus.
Sebagai negara yang telah merasakan segala bentuk keterpurukan akibat hempasan-hempasan gelombang globalisasi. Indonesia bisa menjadi laboratorium kegagalan bagi usaha memakmurkan bangsa apabila globalisasi dengan ideologi neoliberalismenya dibiarkan merajalela oleh kaum intelektual dan praktisi ekonomi politik.
Naiknya Suharto menjadi presiden kedua RI menggantikan Sukarno di tahun 1966 diiringi dengan dikeluarkannya UU No 1 Tahun 1967 yaitu UU Penanaman Modal Asing membuat terbukanya ruang investasi di Indonesia bagi investor-investor asing. Pemerintahan Soeharto menghapus semua hambatan bagi modal internasional untuk menguasai sumber daya alam dan tenaga manusia di Indonesia. Awal tahun 1971 sebuah kesepakatan dibuat untuk membagi-bagi mineral Indonesia kepada perusahaan asing seperti Caltex, Frontier, IIAPCO-Sinclair dan Gulf-Western. Empat tahun sebelumnya, Soeharto terlebih dahulu menyerahkan 1,2 juta hektar tanah di Papua kepada Freeport McMoran dan Rio Tinto. Aturan fiskal disesuaikan sedemikian rupa sehingga memungkinkan perusahaan-perusahaan ini mengalirkan pendapatannya langsung ke pusat-pusat kemakmuran di Amerika Serikat, Jepang dan Eropa.
Mendengar isu-isu tentang akan adanya globalisasi, Indonesia sekarang ini dinilai belum mampu menghadapi globalisasi yang cepat atau lambat akan hadir di tengah peradaban manusia abad ini. Globalisasi adalah proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak menganal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dan gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang pada akhirnya sampai pada duatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.
Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu semakin di persingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain-lain. Teknologi komunikasi dan informasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan pelbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu, globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.










Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang

2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Globalisasi membawa banyak tantangan baik itu menyangkut bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, bahkan menyangkut semua aspek kehidupan manusia. Namun, globalisasi juga menjanjikan harapan harapan dan kemajuan. Diantara harapan dan kemajuan yang menjanjikan, adalah pertumbuhan ekonomi yang pesat, pada negara-negara yang rajin dan bersungguh-sungguh. Pertumbuhan ekonomi adalah alat untuk menciptakan kemakmuran masyarakat, termasuk bagi bangsa Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara. Sebelum terjadinya krisis ekonomi 1997 -dampaknya masih terasa hingga hingga sekarang --, dalam tiga dasawarsa (1967-1997) beberapa negara dikawasan serumpun Asean telah menikmati pertumbuhan ekonomi pesat.
Bank Dunia menyebut beberapa negara dikawasan ini sebagai "The Eight East Asian Miracle", yang tumbuh menjadi macan Asia diantaranya Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia. Dibidang ekonomi ini, negara negara Asean menikmati pertumbu¬han rata rata 7 8 % pertahun waktu itu, sementara Amerika dan Uni Eropa hanya berkesempatan menikmati tingkat pertumbuhan ekonomi rata rata 2,5 sampai 3 % pertahun. Pertambahan penduduk Asean sekitar 350 juta, bisa saja bertambah banyak ditahun 2003 saat memasuki AFTA. Populasi itu diperkirakan akan mencapai jumlah yang besar, mungkin 500 juta (Adi Sasono, Cides, 1997).
Bila pertumbuhan ekonomi ini dapat dipelihara, Insya Allah pada tahun 2019, saat skenario APEC, maka kawasan ini akan menguasai 50,7 % kekayaan dunia. Kemungkinan sekali, Amerika dan Uni Eropa hanya 39,3% dan selebihnya 10 % dikuasai Afrika dan Amerika Latin (Data Deutsche Bank, 1994). Apa artinya semua ini? Kita akan menjadi pasar raksasa yang akan diperebutkan oleh orang orang di sekeliling. Pertumbuhan ekonomi itu tidak bertahan lama. Beberapa negara menjadi lumpuh berhadapan dengan multi krisis tersebab fondasinya tidak mengakar dan ketahanan umatnya lemah. Lanjutannya, maka bangsa serumpun akan berhadapan dengan "Global Capitalism". Kalau kita tidak hati hati keadaan ini akan bergeser menjadi "Capitalism Imperialism" menggantikan "Colonial¬ism Imperialis" yang sudah kita halau sejak lebih setengah abad silam. Dengan "Capitalism Imperialism" kita akan terjajah di negeri sendiri tanpa kehadiran fisik si penjajah.
Menghadapi Era Globalisasi dengan instrumen pasar bebas dan privatisasi ekonomi saat ini. Kaum buruh di Indonesia, secara perlahan namun pasti mulai berada dalam kondisi dilematis dalam menempatkan dirinya pada posisi “politis” dan ’sosial” yang akan semakin tergantung kepada nafsu kekuasaan negara atau modal.



Serbuan liberalisasi modal, secara cepat maupun lambat-laun akan mematikan perusahaan domestik yang tidak siap bersaing. Begitu pula dengan pasar kerja domestik, akan “diserbu” oleh tenaga kerja asing (expart) dari negara-negara maju dengan tingkat kompetensi (ahli) yang lebih baik. Demikian akhirnya banyak buruh-buruh di negeri ini yang akan kehilangan lapangan kerja atau tersingkir oleh kompetisi pasar kerja yang dehumanis.
Secara perlahan-lahan namun pasti, era globalisasi akan menciptakan kesenjangan sosial-ekonomi bagi kaum buruh, dengan segelintir pemegang Otoritas Kuasa atau Modal perusahaan MNC atau TNC, akan berkuasa atas kebijakan industrial dan pasar barang produksi.
Era Globalisasi juga secara tidak langsung akan mencipta perangkat “politik”, yang menjadikan kaum buruh “hanya” sekadar sapi perahan atau lebih tepat disebut sebagai alat produksi berbiaya (gaji) murah, bahkan Negara akan menggunakan buruh sebagai suatu komoditi yang akan dipersaingkan untuk daya tarik investasi.
Negara akan “mengiklankan” buruh bergaji rendah plus kemudahan berinvestasi sebagai daya tarik investasi bagi pemodal asing dengan mendewakan pertumbuhan ekonomi negara. Dengan demikian Negara yang kita harapkan sebagai alat perlindungan bagi rakyat (termasuk buruh) akan berbalik dari rakyat untuk menjadi “kaki – tangan” dari pemodal untuk menindas rakyat (buruh) sendiri.
Para pemodal (MNC atau TNC) akan menjadikan “negara” (kekuasaan politik) sebagai alat pelindung kekuasaan modal dan pasar, yang memberikan keuntungan progresif bagi para aparaturnya. Pada akhirnya hak subsistentif, rakyat (termasuk buruh) mayoritas akan terabaikan. Justru rakyat (buruh) tidak lagi mendapatkan paket perlindungan sosial dan jaminan hak dasar sebagai pemilik kedaulatan negara.


Arus Globalisasi dan pasar bebas sendiri, akan berakibat dua hal pada kehidupan kaum buruh di Indonesia. Pertama, akan menjadikan kaum buruh sebagai “sapi perahan” oleh kekuasaan modal, dengan mengatas-namakan “dalih” produktivitas kerja. Sehingga, kaum buruh di Indonesia, yang mayoritas berpendidikan rendah lambat-laun akan termiskinkan / termarjinalkan dan kehilangan lahan pekerjaan. Hal ini jelas merupakan kesalahan pendidikan sosial/politik “penguasa” yang tidak pernah memperhatikan nasib anak didik, yang akhirnya terjun ke lapangan kerja menjadi buruh “kerah biru”.
Kedua, posisi tawar dan kekuatan politik buruh akan semakin lemah dalam beragam kebijakan politik perburuhan dan politik modal. Negara (pemegang kuasa) akan lebih menuruti keinginan para pemodal asing atau perusahaan besar “global’ (MNC atau TNC) untuk menekan hak politik kaum buruh. Demikian dalam catatan sepanjang tahun 2003 hingga kini, di mana dengan diabsahkannya RUU Ketenaga-kerjaan No 25 tahun 1997, oleh parlemen, posisi kaum buruh dilemahkan secara politik dan dalam berbagai konflik hubungan industrial. Bisa dibayangkan nantinya, kaum buruh di Indonesia benar-benar menjadi “robot” produktivitas kepentingan perusahaan global. Menjadi lapis bawah atau massal tenaga murahan yang tidak memiliki kuasa menentukan perubahan nasib sosiologisnya.

Tuntutan pekerja untuk mendapatkan upah dan imbalan kerja lainnya nyaris selalu menimbulkan ketegangan dengan pengusaha ataupun pemerintah. Perusahaan, dengan landasan kepentingan peningkatan keuntungan dan modal, dapat membuat aturan yang kian menekan kesejahteraan karyawan. Sementara pemerintah selaku regulator —sekaligus mediator bagi keduanya — mempunyai kepentingan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi makro melalui masuknya investasi, kalau perlu dengan menekan upah minimum pekerja. Kondisi ini, mau tidak mau, selalu membuat pekerja terperangkap di antara kepentingan perusahaan dan kepentingan pemerintah.


Melihat semua ini, maka beberapa “tugas mendesak” dari kaum untuk menghadapai ancaman globalisasi saat ini adalah : Pertama, melakukan proses edukasi politik “liberalif” dan “transformatif” secara konsisten dalam wilayah pengorganisasian komunitas buruh. Materi edukasi harus meningkat secara kualitas dengan berperspektif kesadaran kelas dan gerakan advokasi buruh dalam berbagai jenjang pemikiran.
Kedua, mensolidkan bangunan organisasi kaum buruh dalam “unionisme” organisasi gerakan yang memiliki program sosial, ekonomi, budaya dan politik yang “antitesis” terhadap perkembangan globalisasi, pasar bebas, dan kekuasaan modal (negara).
Ketiga, mempersiapkan diri dalam membentuk media perjuangan politik melalui parlemen dan ekstra-parlemen yang didukung oleh organisasi massa buruh dan komunitas buruh. Ormas buruh, bisa membentuk partai politik alternatif yang berbasis massa riil dan memiliki program alternatif perjuangan kaum buruh.
Keempat, menggiatkan kampanye politik, untuk memperjuangkan isu, program, tuntutan obyektif kaum buruh secara terus-menerus. Kampanye demikian sekaligus menjadikan organisasi atau aksi kaum buruh menjadi the reference group dalam proses sirkulasi kebijakan negara. Khususnya kebijakan dalam politik perburuhan atau relasi industrial.
Kesadaran buruh untuk terus merapatkan barisan dan mereposisi diri melalui wadah perburuhan sebagai sarana perjuangan bersama kaum pekerja, diharapkan akan menjadi alat efektif dalam memanusiakan kaum buruh dalam menghadapi pusaran Globalisasi dewasa ini.
Neo kolonialisme adalah bahya terbesar yang akan dialami oleh Negara-negara miskin dan berkembang, saat mereka membutuhkan biaya untuk melakukan pembangunan di negaranya dan mulai meminta pinjaman kepada Negara-negara pendonor yang kelihatan menolong tetapi sang penjajah gaya baru yang berkedok sebagai sang malaikat penolong, dengan meminjamkan sejumlah dana berarti bargaining position yang baik terhadap pengutangnya, dan biasa ketika Negara pengutang sangat membutuhkan dana untuk menghindari keadaan perekonomian dari bahaya bangkrut. Sang pendonor memberikan persyaratan tertentu bagi penerima dana misalnya pemerintah diminta untuk mengambil alih hutang-hutang perusahaan swasta, mau menerima bibit pangan transgesik yang belum teruji benar baik dikonsumsi oleh manusia dan setuju membeli barang-barang untuk membeli proyek pembangunan yang berasal dari negara pemberi dana. Padahal barang tersebut sudah bisa dibuat di dalam negeri dan harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan mengimpornya. Karena tidak mempunyai pilihan lain akhirnya negara penerima dana harus takluk dengan menyanggupi untuk menjalankan persyaratan yang sebenarnya sangat merugikan.
Ini adalah gaya neo kolonial para penjajah, mereka biasanya mengajukan persyaratan yang berat san merugikan, bedanya dengan neo kolonial adalah hanya alatnya saja, dulu mereka memakai kekuatan senjata sekarang masuk dengan dengan kekuatan yang keliahatan lebih halus tetapi mematikan yaitu kekuatan uang yang berlimpah, efeknya adalah sama membuat rakyat merana dan menderita dengan menanggung beban psikologis yang cukup berat.
Noe kolonialisme masuk biasanya ke dalam suatu negara dengan berlindung dari kampanye globalisasi yang disuarakan oleh negara-negara kapitalis. Industri-industri yang meraksasa dan didukung oleh media yang terus menerus berbicara mengenai kebudayaan-kebudayaan modern yang belum tentu cocok dengan kebudayaan lokal, seakan-akan menghantam dunia setiap saat.
Dalam membahas tentang perusahaan multinasional timbul pertanyaan mengapa peraturan dianggap sebagai sesuatu yang penting. Hal pertama yang harus kita perhatikan adalah dengan melihat asal dari perusahaan multinasional setelah berakhirnya perang. Yang kedua, hal tersebut harus ditempatkan lebih modern sebagai subyek permasalahan dalam hal ini. Yang ketiga adalah seiring dengan maksud atau arti yang diberikan kepada ungkapan “Perusahaan Multinasiaonal (Multinational Enterprises)” harus dapat dimengerti secara umum, dimana memiliki konsep fleksibilitas dan keterbukaan yang membuatnya mampu untuk mencakup banyak format asosiasi bisnis internasional yang berbeda.


Awalnya perusahaan transional asing atau multinasional mulai meberikan pengaruh kepada masyarakat lokal dengan meyebarkan life style atau gaya hidup melalui media yang mereka miliki. Media elektronik merupakan media yang paling efektif karena media ini terus menerus didengungkan sehingga kebanyakan manusia banyak yang terpengaruh dengan isu-isu tersebut. Hal ini persis seperti propaganda yang disampaikan setiap saat sewaktu akan terjadinya perang. Memang sekarang ini sedang terjadi perang yaitu perang kebudayaan yang sebagian orang menganggap lebih beradab dibandingkan dengan perang dalam arti sebenarnya.
Saat masyarakat sudah terpengaruh dengan terbentuknya dan tersebanya opini-opini positif, perusahaan-perusahaan mulai manancapkan kakuatan di negara yang ingin di invansinya. Biasanya mereka menggunakan tiga buah cara untuk menanamkan pengaruh perusahaannya terhadap negara yang ditanami invetasi olehnya. Yang pertama dinamakan sub kontrak yang berarti sang perusahaan hanya memiliki trade mark saja, produknya dikerjakan di negara lain yang umumnya dibuat di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pemegang merek dagang atau perusahaan multinasional tersebut mejatuhkan pilihannya dikarenakan upah buruh di Negara berkembang termasuk Indonesia itu dibilang cukup murah dan bahan baku yang melimpah ruah serta pangsa pasarnya cukup besar. Contohnya ialah perusahaan otomotif, seperti Honda, Toyota, Ford, dan lain-lain.
Mekanisme dan proses globalisasi yang diperjuangkan oleh aktor-aktor globalisasi seperti perusahaan transnasional yakni perusahaan multinasional yang besar, Bank Dunia, IMF melalui kesepakatan yang dibuat dalam WTO sesungguhnya dilandaskan pada suatu ideologi yang dikenal dengan neo liberalisme. Paham neo liberalisme secara prinsipil tidak berbeda dengan paham liberalisme yang lama, hanya saja karena waktu, konteks kemunculannya kembali serta skala dan strateginya yang berbeda sudah tentu jawabannya berlainan. Inti neo liberalisme adalah dilepaskannya hak istimewa atas modal dari berbagai tata aturan teritorial maupun nasional.


Sebagai negara yang telah merasakan segala bentuk keterpurukan akibat hempasan-hempasan gelombang globalisasi. Indonesia bisa menjadi laboratorium kegagalan bagi usaha memakmurkan bangsa apabila globalisasi dengan ideologi neoliberalismenya dibiarkan merajalela oleh kaum intelektual dan praktisi ekonomi politik.
Semenjak dikeluarkannya UU No 1 Tahun 1967 yaitu UU Penanaman Modal Asing membuat terbukanya ruang investasi di Indonesia bagi investor-investor asing. Pemerintahan Soeharto menghapus semua hambatan bagi modal internasional untuk menguasai sumber daya alam dan tenaga manusia di Indonesia. Awal tahun 1971 sebuah kesepakatan dibuat untuk membagi-bagi mineral Indonesia kepada perusahaan asing seperti Caltex, Frontier, IIAPCO-Sinclair dan Gulf-Western. Empat tahun sebelumnya, Soeharto terlebih dahulu menyerahkan 1,2 juta hektar tanah di Papua kepada Freeport McMoran dan Rio Tinto. Aturan fiskal disesuaikan sedemikian rupa sehingga memungkinkan perusahaan-perusahaan ini mengalirkan pendapatannya langsung ke pusat-pusat kemakmuran di Amerika Serikat, Jepang dan Eropa.
Dominasi perusahaan multinasional disektor pertanian terlihat dengan dikuasainya produksi dan pasar sarana produksi pertanian (benih dan agrokimia), menguasai pasar produk pertanian dan menguasai produksi serta pasar bahan pangan olahan hingga tingkat pengecer. Integrasi ini semakin nyata dibidang rekayasa genetic tanaman pertanian. Monsanto, Syngenta dan Dupont merupakan tiga perusahaan bioteknologi benih teratas, dimana Monsanto menguasai 91 persen dari benih transgenic.

Di Indonesia, Monsanto lewat anak perusahaan PT Monagro Kimia menyuap 140 pejabat tinggi Indonesia untuk meloloskan produknya. Mosanto memiliki paten atas semua hasil transgeniknya. Penguasaan paten atas bahan tanaman berdampak mengubah benih dari milik public menjadi milik privat. Hal ini mengakibatkan dua dampak yaitu petani kehilangan hak untuk menyimpan, menanam kembali, saling menukar dan memuliakan benih (suatu hal inheren yang ada sejak berabad-abad lalu dikalangan masyarakat petani). Kedua harga benih menjadi mahal karena pemakai harus membayar biaya teknologi dan royalty. Selain itu, benih pabrik dirancang untuk digunakan dalam satu paket dengan pupuk atau pestisida produk perusahaan yang sama. Bidang ketenagakerjaan merupakan bukti bahwasanya kekuasaan perusahaan multinasional tidak hanya dibidang finansial saja tetapi juga dibidang politik. Revisi UU ketenagakerjaan dan kebijakan tentang upah merupakan upaya untuk memudahkan perusahaan multinasional tersebut untuk memecat para pekerja dan mengebiri serikat buruh.

Perusahaan multinasional lain yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia adalah perusahaan minyak dan gas terbesar didunia, ExxonMobil. Perusahaan hasil merger Exxon dengan Mobil pada tahun 1999 sudah beroperasi lebih dari 100 tahun di Inonesia. Raksasa tambang ini merupakan produsen gas alam terbesar kedua di Indonesia, setelah Total Indonesie. Exxon mulai menambang gas di ladang Arun, Aceh dan sekitarnya pada tahun 1978.

Eksplorasi yang dilakukan ExxonMobil di daerah Arun, Aceh dan sekitarnya hingga tahun 2002 sudah menguras 70 persen cadangan gas. Ditahun 2006, ExxonMobil memperluas daerah tambangnya hingga Blok Cepu. Pro kontra mengenai jatuhnya Blok Cepu ke tangan Exxon Mobil sempat mencuat. Bagi Ariadi Subandrio4, titik balik persoalan Blok Cepu bermula dari munculnya Peraturan Pemerintah Nomor 34/2005 yang mengamandemen PP No 35/2004 tentang kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Sebelum PP No 35/2005 diamandemen, kontrak yang berlaku di Cepu antara Pertamina dan ExxonMobil adalah kontrak bantuan teknis (Technical Assistance Contract/TAC). Artinya, didalam kontrak yang berakhir tahun 2010 itu, ExxonMobil hanya membantu Pertamina. Menurut Ariadi Subandrio, kontrak ini seharusnya tetap berlaku meski UU Minyak dan Gas No 22 /2001 tidak mengenal kontrak bantuan teknis.

Pada kenyataannya, berbekal PP No 34/2005, pemerintah mengambil alih wilayah kerja Cepu dari Pertamina. Tanggal 17 September 2005, pemerintah yang diwakili oleh BP Migas menandatangani kontrak kerjasama Blok Cepu dengan Pertamina dan ExxonMobil dan masa kontrak diperpanjang hingga 2030.










Tidak hanya ExxonMobil yang ingin menambah penderitaan rakyat Indonesia dengan merampas seluruh kekayaan sumber daya alam Indonesia tetapi masih banyak lagi perusahaan multinasional yang menancapkan kakinya lebih kuat lagi di Indonesia dengan berbagai konflik yang ditimbulkan, seperti PT Freepot, PT Newmont dan lain sebagainya. Jatuhnya Blok Cepu ke ExxonMobil atatupun perpanjangan kontrak Freeport yang tidak memberikan perubahan kemajuan untuk masyarakat yang berada disekitar Freeport ataupun kurang tegasnya pemerintah terhadap kasus pencemaran Teluk Buyat yang dilakukan oleh Newmont mempertegas tunduknya pemerintahan Indonesia pada tekanan-tekanan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional.
Upaya penghormatan dan pemenuhan hak asasi manusia bukan hanya tanggung jawab dan kewajiban Negara tetapi juga merupakan tanggung jawab serta kewajiban aktor non state seperti perusahaan multinasional dan perusahaan bisnis lainnya karena semenjak modal diinternasionalisasikan lewat praktek kolonialisme maupun lewat perusahaan multinasional, rakyat di Indonesia mengalami penderitaan yang luar biasa.
Selama ini Indonesia sudah terjebak didalam jeratan IMF dan lembaga bantuan luar negeri lainnya, yang secara langsung mengakibatkan banyak sekali rakyat kecil yang menderita dan harus menanggung utang negaranya. Selain itu struktural adjustment, yang menyebabkan banyaknya perusahaan asing melenggang bebas keluar masuk di Indonesia juga menambah penderitaan pengusaha kecil. Namun sekarang ketika Indonesia sudah lepas dari IMF, sudah seharusnyalah Indonesia mulai mencari suatu model pembangunan yang dapat mengakomodasi kepentingan rakyat secara keseluruhan.
Dari hal ini, menurut saya sudah seharusnya Indonesia dapat mengikuti jejak negara – negara skandinavia yang menggunakan Welfare State sebagai model pembangunannya, dimana terbukti negara – negara skandinavia tersebut makmur didalam perekonomiannya dan baik didalam pembangunan sumber daya manusianya, walaupun kondisi dan sumber daya alam yang mereka punyai tidak terlalu baik.

Indonesia diharapkan ketika menggunakan konsep welfare state dapat meningkatkan peran serta rakyatnya didalam perekonomian dan tidak hanya membiarkan mekanisme pasar yang selalu menguasai perekonomian negara. Peningkatan peran masyarakat sendiri dapat tercipta apabila adanya jaminan sosial yang diberikan oleh negara kepada rakyatnya. Artinya dari Jaminan sosial disini adalah adanya semacam perlindungan yang diberikan pemerintah pusat kepada para pengusaha – pengusaha kecil agar dapat terus berpartisipasi didalam perekonomian negara, sehingga pengusaha kecil tadi tidak terlindas perusahaan multinasional yang bermodal besar.
Namun di Indonesia ini terdapat satu masalah, dimana biasanya pemberian jaminan sosial oleh negara itu tidak merata. Misalnya saja, Jaminan sosial di Papua itu tidaklah sama dengan yang ada di Jakarta, sehingga seringkali pembangunan itu hanya berjalan di Pulau Jawa saja dan daerah lainnya tetap tertinggal. Hal seperti ini apabila dibiarkan, maka akan menimbulkan disparitas yang bersentimen buruk kepada pembangunan nasional. Oleh sebab itu, sudah seharusnya pembangunan yang berorientasi kepada welfare state itu dapat berjalan secara merata dan adil di seluruh wilayah Indonesia. Apabila hal ini telah berjalan, bukan tidak mungkin, anak cucu kita atau bahkan kita sendiri akan menikmati Indonesia yang makmur dan sejahtera, yang selama ini hanya menjadi cita – cita belaka.

Februari 11, 2010

MENGENAL PERILAKU KEORGANISASIAN

Perilaku Keorganisasian Organizational Behavior merupakan suatu bisang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.
Perilaku organisasi merupakan suatu bidang studi. Perilaku organisasi mempelajari tiga determinan perilaku dalam organisasi: prorangan individu, kelompok groups dan strukturt. Perilaku organisasi merupakan studi mengenai apa yang dilakukan orang-orang dalam suatu organisasi dan bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kinerja dari organisasi itu.
Secara spesifik perilaku organisasi mempedulikan situasi yang dikaitkan dengan pekerjaan, kerja, kemangkiran, keluar masuknya karyawan, produktivitas, kinerja manusiawi dan manajemen.

Disiplin Ilmu yang Menyumbang kepada Studi Perilaku Keorganisasian
Perilaku organisasional merupakan ilmu perilaku terapan yang dibangun atas dumbangan-sumbangan dari sejumlah disiplin perilaku. Bidang yang menonjol adalah psikologi, sosiologi, psikologi sosial, antropologi dan ilmu politik. Sumbangan psikologi terutama pada aspek analisis individual atau makro. Keempat bidang lainnya menyimbang pada pemahaman makro seperti proses dan organisasi kelompok.

Psikologi
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan dan kadang-kadang mengubah perilaku manusia dan binatang. Para psikolog berusaha memahami perilaku individu. Sumbangan mereka terutama menambah pengetahuan tentang perilaku organisasi misalnya teoritikus pembelajaran, kepribadian, psikologi konseling, dan paling penting psikologi industri dan organisasi.
Para psikolog industri baru-baru ini berkembang mencakup: pembelajaran, persepsi, kepribadian, pelatihan, keefektifan kepemimpinan, kebutuhan dan kekuatan motivasi, kepuasan kerja, proses pengambilan keputusan, penilaian kinerja, pengukuran sikap, teknik seleksi karyawan, desain pekerjaan dan stres kerja.

Sosiologi
Bila psikologi memfokuskan perhatian pada individu, sosiologi mempelajari sistem sosial dimana individu-individu mengisi peran-peran mereka. Jadi sosiologi mempelajari orang-orang dalam hubungannya dengan sesama manusia.
Sumbangan sosiologi kepada studi perilaku organisasi yaitu studi mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi yang formal dan rumit. Beberapa kajian dalam perilaku organisasi yang mendapatkan sumbangan dari sosiologi terutama, dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teori dan struktur organisasi formal, teknologi organisasi, birokrasi, komunikasi, kekuasaan, komflik dan perilaku antar kelompok.

Psikologi Sosial
Psikologi soaial merupakan salah satu bidang dari psikologi, tetapi memadukan konsep-konsep baik dari psikologi maupun sosiologi. Fokus perhatiannya ialah pada pengaruh seseorang terhadap orang lain
Sumbangan yang berarti terhadap perilaku organisasi ialah dalam bidang-bidang pengukuran, pemahaman, dan perubahan sikap; pola komunikasi; cara-cara dimana kegiatan kelompok dapat memuaskan kebutuhan individu; dan proses pengambilan keputusan kelompok

Antropologi
Antropologi merupakan studi tentang masyarakat untuk mempelajari manusia dan kegiatan mereka. Ahli antropologi mempelajari budaya dan lingkungan, misalnyamereka telah membantu kita memahami perbedaan-perbedaan nilai fundamental, sikap dan perilaku diantara orang=orang pada negeri berlainan serta dalam organisasi yang berlainan.

Ilmu Politik
Walaupun seringkali diremehkan sumbangan ilmu politik terhadap studi perilaku organisasi, ilmu politik mempelajari individu dan kelompok dalam suatu lingkungan politik. Misalnya penstrukturan konflik, alokasi kekuasaan dan bagaimana orang memanipulasi kekuasaan untuk kepentingan sendiri.
Kita semakin sadar bahwa organisasi merupakan entitas politik, jika harus dengan akurat menjelaskan dan meramalkan perilaku orang-orang dalam organisasi, kita perlu memasukkan perspektif politis ke dalam analisis kita..

Variabel variabel bergantung atau terikat dependent variables diantaranya
- Produktivitas
- Kemangkiran
- Tingkat keluar masuknya karyawan
- Kepuasan kerja

Variabel bebas independent variables
a. Variabel tingkat-individual
- Persepsi
- Pengambilan keputusan individual
- Pembelajaran
- Motivasi
b. Variabel tingkat-kelompok
- Pola komunikasi
- gaya kepemimpinan
- Kekuasaan dan politik
- Hubungan antar kelompok
- Konflik

c. Variabel tingkat-sistem organisasi
- Desain organisasi formal
- Teknologi dan proses kerja serta pekerjaan
- Kebijakan dan praktek sumber daya manusia proses seleksi, program pelatihan dan metode penilaian kinerja
- Budaya intern
- Stres kerja

November 18, 2009

I'm game,, well I'm qiut

Kujadikan dia sebagai alasanku,, mengapa aku menulis ini..

Regret nothings, fear less,then just do it!
Kuungkapkan kata-kata itu berulang kali, kutanamkan jauh dalam pusat hatiku. Harus kupastikan bahwa kata itu benar-benar tertancap, sebelum semua tentangnya terlalu jauh,

‘Bout that girl..ya tentang dya..

It’s not about fear, it’s about love, ’bout heart. Rupanya sisi lain diriku menolak pendapatku sebelumnya. Detik ini kebimbangan berdesir dalam dadaku.

Saat ini tatapanku melekat kuat pada wajahnya. Dua semester bukan lagi waktu yang singkat untuk memendam beban seberat ini. Ingin sekali kucari tahu apa yang mesti kuketahui, selama ini selalu saja samar. Sebenarnya sejauh mana dirinya padaku, sedekat apa seharusnya kita berdua.

Aku pencinta manusia, aku ingin selalu menebak apa yang ia pikirkan. Kedinamisan ia membuatku ingin tahu. Biasanya semua itu terasa lancar, untuk tahu semua itu. Tetapi kenapa keraguan-mutlak terjadi saat ku mencoba menelaahnya.

Karena itu, karena semua itu, ingin sekali kuhadapkan kita dalam empat mata, dan akan kutanyakan berentet, beribu, dan berjubel pertanyaan tentang kita, tentang yang seharusnya terjadi. Bukan yang kuinginkan terjadi atau imajinasiku yang selalu memaksaku mewujudkannya.

Nampaknya sisi otakku yang lain membuatku kembali tenggelam dalam ragu. Haruskah ku ungkapkan itu padanya ??..ah entahlah..

NO WAY! OF COURSE NOT!

Lalu akan seperti apa tindakanku. Hari ini kuhentikan pertengkaran pribadi pada hatiku sampai disini, titik. Tak ada niatan untuk menuntaskannya sekarang. Karena saat ini aku harus kembali ke realita. Kulepaskan tatapanku darinya, sebelum ia merasa diawasi.

-

Kutatap dirinya,

Ia cantik, bahkan sebenarnya ia anggun. Tetapi ada alasan lain kenapa dia menempati tempat spesial di jantungku, teristimewa di paru-paruku dan memiliki seluruh jiwaku.

Aku tahu selama ini dia mengawasiku.

MUNGKIN,

Mungkin dia mengawasiku. Matanya terlalu dalam untuk diselami, senyumnya terlalu rumit untuk dimengerti. Begitu tulus, namun maknanya belum tertangkap olehku. Selalu saja memberiku misteri tersendiri.yaaa,,misteri pada hatiku ini..

Entah. Aku merasa nyaman seperti ini, menatapnya. Kalau dia yang akan jadi milikku, ia akan jadi yang pertama tulus benar-benar kucintai, karenanya lubuk kecilku kurang-lebih berharap takkan ada kegagalan.

Belum juga kutemukan sesuatu itu, yang dapat memantapkan hatiku. Sampai saat ini, setelah kutatap dia selama dua semester. Apa perlu kuyakinkan diriku bahwa dia akan menjawab seperti yang kubayangkan? Itu memang tidak terlalu penting, namun itu mungkin yang membuat sedikit keraguan yang berkecambah. ADVICE? I guess..

-

Bukan lagi dia yang kutatap, melainkan sisi ruang di hatiku yang penuh keraguan. Kuputuskan untuk menemukan ketuntasannya malam ini, tentang langkahku ke depan menghadapinya. Harus tuntas. Tak kuhiraukan lagi jam yang terus berputar, waktu yang terus berlalu, malam yang makin larut.

Aku tekankan pada diriku, kuingatkan pada jiwaku, bahwa aku hanya seorang manusia yang sama seperti yang lain. Tetapi entah mengapa aku dibuatnya menjadi ciut dan tak bernyali di hadapannya..

Well, I’M QUIT.

Kucukupkan kebimbanganku, keraguanku selama ini. Aku keluar dari rasa ini. Belum terlalu jauh, belum terlalu jauh untukku menghilangkannya. Biarkan dia jadi cintaku yang terpendam, cinta yang pernah ada, tanpa ada yang tahu.

-

Satu kawan mendukungku, jawaban lain yang tersisa hanya ‘terserah’ dan ‘nggak tahu’, yang terakhir malah menginterogasiku balik jati diriku, ehm, incaranku. Namun dapat dipastikan aku pulang dengan tangan hampa, karena aku tidak akan mengungkapnya dengan lantang.

Kurenungi kembali pendapat temanku, dan akhirnya kudapatkan juga kesimpulan,

OK,I’m game!

Apapun jawabannya bukan menjadi masalah. Yang penting aku telah mencoba menjadikannya ia milikku. walaupun aku berkata tanpa basa basi terlebih dahulu dan mengucap secara tertatih..I think,,,just do it..


keesokan harinya, kuberanikan diri untuk menemuinya dan berbicara langsung dengannya..ku kumpulkan semangat dalam diri dan mencoba lebih tenang..yaa,, mungkin aku harus lakukan itu.. keberanian sudah terkumpul,,tapi entah mengapa rasa percaya diriku hilang begitu saja..
-

Aku bertatap mata dengannya, lebih dekat dan lekat dari biasanya.

-

Tatapan ini, tidak,,tidak,, jangan keluarkan sekarang! Itu bisa merusak rencana agungku. Menjadikanmu milikku..

-

Kuberanikan diri untuk kembali mencoba membaca apa yang dipikirkannya saat itu. Namun, tiba-tiba saja terlintas keputusan akhirku semalam, I’m quit for the sake of friendship. Kutundukkan diriku, kuputuskan tetap memegang kata itu.

-

Kenapa kau lepas senyummu, jangan sekarang. Kau membuatku ragu, lagi. Mengapa jawabannya kembali jadi penting? Telah kuputuskan bahwa aku akan masuk dalam permainan ini. Kutarik dan kulepas nafasku sedikit lebih lambat dari biasanya, melonggarkan rongga dadaku yang terlalu sesak. Setelah berusaha keras, akhirnya terlontar juga kata itu, kupinta ia menduduki tempat terkhusus di hatiku, jantungku, dan seluruh jiwaku.

-

Jantungku berdetak terlalu keras, aku terlalu kaget untuk kata itu, yang terlontar dari mulutnya.

Aku..

Aku,

Ehm! Aku harus fokus pada keputusan akhirku. Sudah kuputuskan!

Sudah kuputuskan,

Kuputuskan apa,

REGRET NOTHINGS, FEAR LESS, JUST DO IT!!

Hanya itu yang teringat di otakku, terutama dua kata terdepan.

REGRET NOTHINGS, terus saja berulang. Jangan sesali apapun atau mungkin lebih terdengar jangan sampai menyesal! Ditambah seruan lain yang bersaing,

It’s not ‘bout fear to me but i must do it., it’s ‘bout love, about YOUR HEART!

Demam panggung pun seketika muncul di tempat tak seharusnya, di depannya. Aku hanya terpaku tanpa jawaban. Bukannya berkoorporasi, seruan-seruan di otakku semakin kencang. Akhirnya keluar juga jawabanku, bukan kata-kata yang indah, tetapi hanya anggukan dan ku gemetaran. Kusadari otakku mengangkat bendera putih pada hatiku, kukembangkan senyumku, kutatapkan mataku setulus mungkin, sedalam yang kubisa pada sosok didepanku.

-

Tatapan itu, cahaya matamu,,ya aku tahu! Senyum itu, aku mengerti!

Aku memecahkan sebagian misteri atasnya. Senyumnya, pandangannya, segala yang ia berikan padaku selama ini adalah perasaan yang sangat kuinginkan, jawaban yang selama ini membimbangkanku.

-

Aku mengerti alasannya. aku putuskan memberikan sesuatu yang telah lama kusimpan untuknya..hanya sebuah lingkaran kecil itulah yang dapat keberikan padanya. lingkaran yang telah kubeli di desember awal. Itu tanda persahabatan dariku.aku senang ia mau menerima, dan mau mengenakannya.

Sejauh ini aku masih baik-baik saja, tetapi entah mengapa aku begitu kesal pada diriku..diri yang tak punya keberanian tuk ungkapkan dengan percaya diri. apakah karena matanya, ahh ya sudahlah..aku tidak ingin ia bingung dengan ucapanku.aku tidak ingin menggangu mimpi indahnya dan tak ingin mengganggu tidurnya yang nyenyak setiap malam..ahh,, biarlah hati ini yang merasa,,merasa akan sesuatu yang tak semestinya terungkap..
Tabir tersirap, semua terbuka. Dia padaku. Sejauh inilah seharusnya kita berdua,,berdua dalam persahabatan..

semoga keciutan nyali  ini dapat mejadi hikmah untuk diriku sendiri..dan ucapan terakhirku untuknya..
terima kasih banyak atas semuanya.mungkin inilah akhir dari cerita yang telah terpendam sekian lama..kenangan semasa kumememdam rasa ini, kini telah sirna karena hitamku.. maafkan perkataanku bila itu telah membuatmu bingung..karena hati ini tak kuasa mememdam terlalu lama lagi..

Filosofi Teman dan Ragam Macamnya

Entah apa yang terlintas dalam pikiran gue saat ini tentang sebuah kata yaitu “Teman”. Gue juga bingung harus bagaimana cara mangapresiasikan makna kata “Teman” itu. Tapi ini adalah sebuah apresiasi dari pemikiran gue.

Menurut kalian, apa arti “Teman” buatmu???.. Apa hanya sebatas padanan dari sebuah suku kata semata, kata lain dari “Sahabat”, “Friend”, atau malah yang lain. Setelah sekian lama hingga sekarang gue bertemu dengan macam-macam wajah, karakter, kepribadian, dan semua itu memang ada di kehidupan kita ini. Karena itu semua, sekarang gue dapat medefinisikan tentang “What is mean of Friend ??”.

1. Teman adalah orang yang bisa membuat kita ketawa-ketiwi, nangis, bahagia, terharu, marah, kecewa, prihatin, optimis, de el el..

2. Teman adalah orang-orang yang mungkin kita kenal benar, tidak begitu kenal, dan atau mungkin tidak kamu kenal.

3. Teman adalah orang-orang yang sudah kita kenal, akan kita kenal, dan atau juga belum kita kenal.

4. Teman adalah malaikat, bila ia bisa membawa kita pada kebaikan. Tetapi bisa juga dikatakan sebagai setan, bila ia membawa kita pada kemaksiatan..hahahha..

-------------------------------------------------------------------

Selain itu juga, gue juga mengklasifikasikan macam teman itu jadi beberapa tipe atau karekter :

1. Talkative Friend,,atau Teman Ceriwis ialah mereka-reka yang tidak pernah berhenti berbicara dari awal pembicaraan sampai akhir pembicaraan. Yahh,, kebanyakan dari mereka sih tipe orang-orang yang suka ngegosip dan omongannya tuh seperti tong kosong nyaring bunyinya..wwooww,,sampai segitunya..

2. Stupid Freak Friend,,atau Teman yang Gokil.. itu klo gue yang menyebutnya. Nah, tipe teman yang seperti ini jarang banged ada, sekali ada paling satu banding sejuta,,ahhahhaa,,lebayy..tapi ingat nih,, mereka tidak gila sebenarnya,, hanya sikap dan tingkah konyolnya itu yang tidak pernah bisa kita duga. Selalu saja melakukan hal-hal aneh yang bisa bikin kita ngakak..hahahaaaa..

3. Silent Friend, atau Teman yang pendiam..nah teman seperti ini cocok untuk jadi pendengar yang setia. Kadang teman seperti ini kalau diajak bicara suka telmi sedikit,,hahah.. tapi perlu di waspadai juga nih,,kalau bicara di hadapannya jangan asal bicara. Takutnya dia tersinggung dan sifat dia ini agak pendendam. Bisa-bisa jadi psikopat,,haahhah,,takut gue..

4. Under ground Friend,, atau Teman suka main belakang.. Nahh,,teman seperti ini nih yang paling gue benci. Ya mereka-reka ini tipe teman bermuka dua, maksudnya mereka biasanya akan berbicara baik ketika orang itu di hadapannya, tapi kalau di belakang jangan harap dia bisa berbicara baik lagi.. ya istilahnya ni teman muka topeng dah,,suka ngomongin orang dari belakang..

5. Friend but intimate,,atau Teman tapi mesra (TTM),,hahahha.. jujur gue sih ga tahu pasti tentang tipe-tipe teman seperti ini. Orang-orang ini berteman layaknya seperti orang berteman biasa, tapi perilaku serta tingkahnya sih seperti layaknya seperti orang pacaran..mungkin bisa di bilang kumpul kebo kali yahh,,hahhaha..kidding..

6. Louse Book Friend,,atau Teman kutu buku.. Tipe-tipe teman seperti ini agak sulit di tebak jalan pikirannya. Mereka ini adalah orang-orang yang selalu berkutat pada sesuatu materi di kurikulum yang sedang mereka ambil atau selalu belajarlah.. Yaa,,bisa dibilang mereka ini agak kurang pergaulannya dan susah care sama yang lain karena mementingkan pelajaran atau ilmu pengetahuan..

7. The Real Friend..atau teman yang sebenar-benarnya.. Nahh, teman seperti ini yang gue paling suka bgd.. Teman yang selalu ada buat kita di saat kita suka maupun duka,di saat kita susah maupun bahagia. Teman seperti ini sulit sekali untuk kita temukan. Mereka ini selalu bisa mengerti kita, selalu bisa membuat kita optimis menjalani hidup. Lantas, adakah teman seperti itu di kehidupan kalian??..hhmmmhhmm,,,pasti adalah tapi jarang kan…

8. Friends hang out,,atau Teman yang gaul atau juga teman yang Fashionable..hahhaha,,ya kurang lebihnya seperti itulah... Nahhh teman yang satu ini sangat paham bgd sama seluk beluk mode dari ujung rambut sampai ujung kaki mereka selalu mengikuti sesuatu yang sedang “In” atau sedang “ Trend mode”,,hahha..lebayyy… Tipe ini biasanya sih disomisili oleh kaum-kaum hawa tapi tak jarang juga nih kaum adam juga ada di dalamnya.. Yaaaa,,mereka ini pokoknya ingin tampil beda deh dari yang lain, ingin tampil paling “WaaHHH”..hahahh..

9. Rich Friend atau Teman yang Kaya akan materi.. Teman yang satu selalu jadi perhatian halayak,,hahahha..maklumlah secara dia punya materi yang berlimpah.. Tipe-tipe teman seperti ini sih biasanya bergaul denga orang yang sederajatl saja.. Yaa,,bisa di maklumi sih, mereka-reka ini tidak ingin jatuh harga dirinya di mata orang lain..hahahha..tapi ga semua jg sih,,..

10. Perfectsionism Friend,,atau Teman yang merasa segalanya sempurna (perfeksionisme).. Teman seperti ini biasanya meinginkan sesuatu berjalan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya, kalau gagal atau tidak sesuai rencana biasanya lecutan amarah akan meledak begitu saja dari diri mereka.. Waahh,,ini bisa bahaya juga..dan biasanya tipe-tipe teman seperti ini dihuni oleh golonga IQ yang tinggi,,wwooww..

11. Stubborn Friend,,atau Teman yang keras kepala..maksudnya teman yang seperti ini ciri-cirinya egois bgd. Yaaa,,tahulah kalau orang egois itu gimana,,ga mau kalah dengan yang lain. Ya terlalu berambisius dengan impiannya itu..ohohohohooh..

12. Religion Friend,,Atau teman yang agamanya kuat bgd.. Nahh,,tipe-tipe kaya gini nih yang gue suka..mereka ini biasanya tutur kata, prilaku, serta perbuatannya sangat terpuji,,hohooh,,terpuji???.. ya pokoknya orang-orang kaya gini selalu taat beragama deh. Apapun kegiatannya, beribadah ga akan pernah ketinggalan..

---------------------------------------

Menurut gue masih banyak tipe tipe atau golongan golongan lain yang bertebaran di luar sana. Ya merekalah yang menghiasi sebentang cakrawala dari segala penjuru..hahhaha.. Segala sesuatu tetap berjalan walaupun dunia begitu berhias bermacam bentuk sifat, tingkah laku, kepribadian, dan lain lain,, karena mereka semua ini tercipta untuk saling melengkapi satu sama lain,,saling bekerja sama,, ya layaknya sel dalam suatu jaringan, organ, sistem organ, hingga membentuk tubuh yang sempurna..yang pasti mereka semua di ciptakan bukan untuk saling membedakan satu sama lain,,tapi mereka di ciptakan yaitu untuk saling melengkapi satu sama lain..hahhaha…
((( Ini menurut pemikiran gue loch ))) !!!